Category Archives: Fungsi Lookup & Referensi

Fungsi Match

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas tentang fungsi index, kali ini kita masih membahas fungsi yang tergolong dalam kelompok lookup dan referensi. Fungsi match kali ini merupakan penjelasan atas contoh kasus sebelumnya yaitu Mencari Nilai Dengan Fungsi Index #Bag. 2.

Tujuan dari pada fungsi match adalah mencari posisi suatu nilai dalam sebuah array / matriks yang berordo (y X 1) atau matrik dengan banyak baris tetapi satu kolom, bedanya dengan fungsi indek yaitu terletak pada data yang dihasilkan, jika pada fungsi index yang diperoleh adalah data yang dihasilkan berdasarkan posisi baris dan kolomnya sedangkan pada fungsi match yang dihasilkan adalah posisi baris (urutan) dari pada data yang dicari.

Untuk jelasnya perhatikan contoh data dibawah ini :

Perhatikan dari gambar diatas kita bisa mencari posisi suatu data dengan menggunakan fungsi MATCH, sebagai contoh kita mencari posisi data dengan kata kunci pencarian adalah kode barang, maka pada cell D12 pada gambar dibawah ketik formula berikut :

=MATCH(D11,B4:B7,0)

Maksud dari formula diatas adalah kita mencari posisi Data  20091003 (pada cell D11) dari sekumpulan array (B4 sampai B7) dengan tipe pencarian adalah tepat (sama persis, bertipe 0). Hasilnya menunjukan data 20091003 berada pada urutan ke-1.

Selanjutnya perhatikan contoh berikut, kita mencoba kembali mencari data tetapi ada contoh kali ini kata kunci pencarian adalah berdasarkan nama barang !, perhatikan gambar dibawah ini :

Pada contoh diatas kita akan mencari posisi / urutan data dengan kata kunci Buku (Cell D16) dari sekumpulan Array C4 sampau C7, maka formulanya adalah :

=MATCH(D16,C4:C7,0)

Maksud dari formula diatas adalah kita mencari posisi Data  BUKU (pada cell D16) dari sekumpulan array (C4 sampai C7) dengan tipe pencarian adalah tepat (sama persis, bertipe 0). Hasilnya menunjukan data Buku berada pada urutan ke-5.

Sekilas tampak bahwa informasi yang dihasilkan dari fungsi match tidak begitu berarti karena hasilnya pasti angka numeric antara 1 dan seterusnya. Fungsi Match akan sangat berguna apabila digabung dengan fungsi lain semisal fungsi index seperti pada contoh di artikel sebelumnya yaitu  “Mencari Nilai Dengan Fungsi Index #Bag. 2“.

Fungsi INDEX

Artikel kali ini merupakan penjelasan dari fungsi index dari dua artikel contoh kasus sebelumnya yaitu mencari nilai dengan fungsi index bag pertama dan mencari nilai dengan fungsi index bagian kedua.

Fungsi index merupakan salah satu fungsi untuk mengambil sebuah nilai dengan memanfaatkan referensi cell (perpotongan kolom dan garis) dari sekumpulan data (array), untuk jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

Dari contoh diatas kita akan mengambil nilai atas nama Rika untuk mata pelajaran matematika.

Dengan menggunakan fungsi index maka kita hanya menentukan area data (array) indeks baris dan indeks kolom, sehingga fungsi dasar dar fungsi index adalah :

=INDEX(array_data,indek_baris,indek_kolom)

maka untuk menampilkan nilai atas nama Rika untuk mata pelajaran matematika, formulanya adalah

=INDEX(D4:F7,2,3)

Dimana :

D4:F7 adalah array data (data yang akan dicari nilainya / area warna kuning)

2 adalah nomor indek baris untuk nama rika (data urutan baris ke -? dalam array data)

3 adalah nomor indek kolom untuk nilai matematika (data urutan kolom ke-2 dalam array data)

Jadi jika kita akan mencari nilai atas nama Farhan untuk mata pelajaran IPA maka fungsinya adalah :

=INDEX(D4:F7,3,1)

Pengembangan contoh kasus dari fungsi index bisa dibaca pada artikel mencari nilai dengan fungsi index bag pertama