Category Archives: Grafik

grafik_supply_n_demand

Membuat Kurva Permintaan, Penawaran dan Titik Equilibrium di Excel

Didalam ilmu ekonomi dikenal sebuah hukum permintaan dan penawaran, dimana titik temu diantara kedua hukum itu adalah terjadinya titik keseimbangan atau lebih dikenal dengan titik equilibrium (E).

Pada kesempatan kali ini penulis akan mencontohkan bagaimana membuat grafik permintaa, penawaran dan titik equilibrium menggunakan MS Excel, sebagai langkah awal berikut penulis tampilkan persamaan fungsi permintaan dan persamaan fungsi  penawaran :

Persamaan fungsi penawaran : p=-2q+150

Persamaan fungsi permintaan : p=q+60

Dari kedua persamaan tersebut buatlah grafiknya dan tentukan titik equilibriumnya !

Sebagai langkah awal maka kita siapkan lembar kerja seperti berikut :

fungsi_supply_demand

Selanjutnya berdasarkan fungsi tersebut, kita buat tabel bantu seperti berikut :

tabel_bantu_supply_demand

Saatnya kita mengisi kolom permintaan (cell K4) dengan formula sebagai berikut :

=($E$3*J4)+H3

Selanjutnya untuk mengisi baris dibawahnya tinggal mengcopy ke bawah

Berikutnya kita mengisi kolom penawaran (cell L4) dengan formula sebagai berikut :

=J4*$H$4

Seperti langkah sebelumnya, untuk mengisi  baris dibawahnya tinggal mengcopy ke bawah.

Perhatikan pada tabel bantu diatas, terdapat angka yang sama yaitu ketika Q=30 , P(demand) dan P(supply) mencapai titik 90 artinya ini merupakan titik equilibrium (keseimbangan), dengan bantuan tabel bantu diatas kita buat grafiknya

Langkah awal, blok tabel bantu

blok_tabel_bantu

Kemudian pada ribbon insert di grup chart  pilih scatter, pilih yang menggunakan baris tanpa legend

scatter_type

Hasil akhirnya adalah seagai berikut, setelah ditambah title chart dan garis bantu menggunakan shape untuk membuat titik equilibrium

grafik_supply_n_demand

Terima kasih, semoga membantu.

 

l_hasil_akhir

Membuat Grafik Persamaan Linier Dengan Excel

Untuk membuat grafik, MS Excel sebenarnya sudah lebih dari cukup namun untuk memperoleh grafik sesuai dengan keinginan kita butuh kreatifitas tersendiri, sebagi contoh pada kasus kali ini akan dibuat grafik persamaan linier. Perhatikan contoh kasusnya dibawah ini :

a_soal_grafik_funngsi

Dari kasus diatas buatlah grafik persamaan linier-nya !, untuk membuat grafik linier, berikut langkah-langkahnya :

  1. Buat tabel bantu seperti tampak pada gambar dibawah, anda hanya mengisi nilai X (kolom B), sedangkan untuk mengisi nilai Y (kolom D3) gunakan rumus persamaan linier diatas yaitu :=(12*B3)+7Selanjutnya copy formula diatas sampai cell D13

    Tabel bantu penyelesaian grafik linier

  2. Blok cell B3 sampai D13, pilih menu INSERT, pada RIBBON GROUP CHART, pilih tipe SCATTER, seperti terlihat pada gambar

    Tipe Grafik Scatter

  3. Kemudian kita pindahkan lokasi grafik ke sheet baru dengan cara klik grafik yang sudah jadi kemudian klik menu DESIGN pada ribbon group LOCATION klik Icon Move Chart

    Icon Move Chart

  4. Kemudian pilih lokasi baru yaitu dengan mengklik New Sheet dan ganti nama dari Chart1 menjadi  grafik_fungsi_linier (lihat gambar)

    Move Chart

  5. Selanjutnya untuk menghilangkan legend series disebalah kanan, klik legend tersebut kemudian tekan tombol delete di keyboard.

    Legend Series

  6. Selanjutnya kita hilangkan garis vertikal axis major dengan cara klik area grafik kemudian pilih menu vertical (value) axis major gridlines (lihat gambar), setelah terpilih kemudian klik tombol delete di keyboard.

    Memilih vertical value axix major gridliness

  7. Hasil sementara grafik yang dibuat akan tampak seperti berikut dibawah ini.

    Hasil pengaturan sementara

  8. Selanjutnya kita beri judul grafik yang telah kita buat, dengan cara meng-klik kanan pada area grafik kemudian pilih menu select data. (lihat gambar)

    Select Data

  9. Selanjutnya akan keluar kotak dalog pemilihan data.

    Select Data Source

  10. Dari gambar diatas klik tombol Edit, maka akan keluar kotak dialog Edit Series (lihat gambar), pada bagian series name ketik judul grafik misal : Grafik Persamaan Linier y=ax+b.
    k_edit_series
  11. Hasil akhir dari grafik yang kita telah kita atur adalah sebagai berikut :l_hasil_akhir
grafik_batang_1_zps5660e697

Memilih Tipe Grafik Yang Tepat

Dalam hal apapun gambar bisa memperjelas informasi yang disampaikan daripada tulisan text biasa, begitu pula dalam penyampaian data dan informasi angka membaca data dalam format grafik akan lebih mudah daripada dalam bentuk tabel atau deskripsi biasa. Didalam excel secara garis besar terdapat tiga jenis grafik diantarnya :

  1. Grafik batang
  2. Grafik garis dan
  3. Grafik Lingkaran

 

Pemilihan jenis grafik yang tepat akan lebih tepat pula dalam penyampaian data informasi, berikut adalah kondisi kapan anda harus menggunakan ketiga grafik tersebut :

Grafik Batang

Grafik batang lebih tepat digunakan untuk menyampaikan informasi perbandingan dalam bentuk angka absolut, misal perbandingan penerimaan siswa dari tahun ketahun, seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Grafik Batang Satu Series Data

Grafik Batang Lebih dari Satu Series Data

Grafik Garis

Grafik garis lebih cocok untuk menggambarkan informasi trend perkembangan yang berkesinambungan dalam jangka waktu yang relatif pendek misal perubahan harga saham, perubahan suhu tubuh, perubahan nilai rupiah terhadap dollar, perhatikan contoh grafik dibawah ini :

Grafik baris dengan Satu Series Data

Grafik Lingkaran

Grafik lingkaran lebih tepat digunakan untuk menggambarkan informasi dalam bentuk proporsi (persentase). Berbeda dengan dua grafik sebelumnya, grafik jenis lingkaran hanya menerima satu buah data series sehingga jika anda memiliki dua seris maka series data yang akan dibaca adalah data series yang pertama. Contoh penggunaan grafik lingkaran misal untuk menampilkan informasi persentase perolehan suara berdasarkan partai, persentasi jumlah penjualan per periode dan lain-lain, perhatikan gambar dibawah ini :

Grafik Lingkaran

Membuat Kurva Biaya

Dalam ilmu ekonomi, kerap kali dipelajari tentang kurva atau grafik salah satunya adalah kurva biaya yang merupakan bagian dari teori biaya produksi, secara umum biaya dibagi menjadi dua yaitu Biaya Variabel (Variable Cost) dan Biaya Tetap (Fixed Cost) jika kedua biaya dijumlahkan akan menghasilkan Biaya Total (Total Cost. Secara umum fungsi biaya tetap merupakan dijabarkan dalam persamaan matematis sebagai berikut :
 TC = a + bQ

Dimana
TC = Total Biaya
a = Biaya Tetap
bQ = Biaya Variabel

Untuk jelasnya berikut disajikan tabel biaya produksi selama tahun 2012 dari PT OZS.

Dari tabel diatas kasusnya adalah sebagai berikut, perusahaan tersebut membuat grafik produksi dimana biaya tetap ketika ada atau tidak ada produksi sebesar 120, dan biaya variabel per unit adalah 30. Sehingga dari tabel diatas yang harus anda kerjakan adalah kolom variabel cost (Kolom C) dan Total Cost (E).

Untuk mengerjakan tabel tersebut maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Beri nama cell D6 dengan nama hp_bb_per_unit menggunakan fasilitas insert name define

2.. Untuk mengisi kolom Variabel Cost (cell C9) diisi dengan formula :

=B9*hp_bb_per_unit

untuk baris selanjutnya tinggal copy paste saja

3. Tahap berikutnya  untuk mengisi kolom Total COst (cell E9) diisi dengan formula :

=C9+D9

untuk baris selanjutya tinggal copy dan paste saja.

 

Membuat Grafik 

Setelah data dibuat maka tahap selanjutnya adalah membaut grafik :

1. Blok semua data dari mulai cell B8 sampai cell E19.

2. Klik menu insert pilih ribbon grafik pilih type scater

dan sub tipe pilih diantara dari 3 gambar yang ditunjukan pada gambar dibawah ini :

3. JIka telah selesai maka otomatis kurva biaya telah terbentuk tampak seperti pada gambar dibawah ini :