Category Archives: Studi Kasus

stock_opname_rata_rata_bergerak

Membuat Kartu Persediaan Rata-Rata Bergerak dengan MS Excel

Kartu persediaan merupakan alat kontrol dibagian gudang untuk memantau ketersediaan barang apakah masih mencukupi atau tidak, selain itu digunakan untuk melakukan penilaian persediaan akhir.

Dalam pelaksanaannya penilaian persediaan dengan kartu persediaan terdapat beberpa metode yaitu

  1. LIFO (Last In First Out)
  2. FIFO (First In First Out)
  3. Moving Average / Rata-rata bergerak

Pada contoh kasus kali ini akan dibahas bagaimana membuat kartu persediaan dengan MS Excel menggunakan metode moving average / rata-rata bergerak, dimana ciri khas nya harga pokok saldo barang akan terus berubah setiap terjadi mutasi barang baik masuk maupun keluar.

Sebagai gambaran perhatikan screenshoot dibawah ini :

stock_opname_rata_rata_bergerak

Pada gambar diatas bagian warna kuning merupakan bagian yang diisi secara otomatis ketika terjadi mutasi barang baik keluar / dijual (digunakan) maupun masuk (pembelian). Posisi saldo akan terlihat pada baris akhir di kolom saldo, dari contoh diatas tampak bahwa saldo akhir terdapat 200 unit denga harga Rp. 59.208 / unit dengan nilai total Rp 11.841.667

Untuk membuat kartu persediaan dengan metode rata-rata bergerak, berikut rumus-rumus yang digunakan :

  1. Untuk mengisi kolom Harga di bagian saldo baris pertama (Cell M11)
    =K11*L11
  2. Untuk mengisi kolom Harga di bagian saldo baris kedua (Cell M 12)
    =IF(L12>0;IF(E12>0;M11+G12;M11-J12);0)
  3. Untuk mengisi kolom P (Price)  di bagian saldo baris kedua (Cell L12)
    =IF(K12>0;IF(E12>0;(M11+G12)/K12;L11);0)
  4. Untuk mengisi kolom Q (Quantity) dibagian saldo baris kedua (Cell K12)
    =IF(AND(E12=0;H12=0);0;IF(E12>0;K11+E12;K11-H12))
  5. Untuk mengisi kolom Harga pada Bagian Keluar (Cell J12)
    =H12*I12
  6. Untuk mengisi kolom P pada bagian Keluar (cell I12)
    =IF(H12>0;L11;0)
  7. Untuk mengisi kolom Harga pada bagian masuk (Cell G12)
    =E12*F12

Untuk bahan pembelajaran, silahkan download file contohnya dengan cara klik link dibawah

DOWNLOAD

increase_vs_roundup

Increase Decimal versus Fungsi Roundup

Pembulatan angka menggunakan excel merupakan hal mudah untuk dilakukan terutama untuk memforamt tampilan agar angka dibelakang decimal bisa terlihat seragam misal menjadi dua angka dibelakang desimal, pembulatan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Menggunakan tombol increase / decrease button
  2. Menggunakan fungsi round,roundup atau roundown

Sekilas hasilnya akan tampak sama dilayar yaitu menampilkan angka menjadi memiliki dua desimal dibelakang koma, namun INGAT hal itu hanya tampilan dilayar, hasilnya akan berbeda dan menjadi salah jika digunakan untuk pengambilan keputusan, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

Perhatikan gambar diatas, penulis memiliki nilai asli pada cell B3, dimana cell tersebut memiliki banyak desimal dan belum diformat , berikutnya pada cell C3, diformat menggunakan increase decimal sehingga tampil menjadi 7.71.

Berikutnya penulis akan mengambil sebuah keputusan dengan ktentuan  jika nilainya lebih dari sama dengan  7.51 maka hasilnya lulus dan jika tidak maka hasilnya tidak lulus.

Untuk itu penulis membandingkan dua formula antara pembulatan dengan tombol increase decimal dan Fungsi RoundUp ;

  1. Dengan tombol increase decimal, maka formulanya :=IF(C3>=7.51,”Lulus”,”Tidak Lulus”)dan hasilnya TIDAK LULUS (padahal seharusnya  LULUS)
  2. Dengan Fungsi RoundUP maka formulanya :=IF(ROUNDUP(C3,2)>=7.51,”Lulus”,”Tidak Lulus”)dan hasilnya Lulus

Mana yang lebih tepat ? ya Fungsi Roundup lebih tepat ! jadi untuk pengambilan keputusan Fungsi Roundup harus digunakan ketika akan menggunakan angka yang akan dibulatkan dan ingat Tombol Increase / Decrease Decimal hanya untuk Tampilan di layar saja, bukan untik diproses lebih lanjut !, Semoga bermanfaat

Membuat Potongan Uang Makan Karyawan Berdasarkan Keterlambatan Waktu

Posting kali ini merupakan sebuah bantuan kepada salah satu pembaca blog ini yaitu saudara ahmad eko, melalui email beliau menulis pesan seperti berikut

Bos bisa bantu saya menemukan rumus potongan buat karyawan yang kdatangan nya terlambat.

Dan beliau mengirimkan file kerja seperti berikut :

Dari gambar diatas beliau memberikan ketentuan sebagai berikut :

1. Jika karyawan telat kurang dari 10 menit maka dipotong Rp. 2.000

2. Jika karyawan telat masuk lebih dari 10 menit maka dipotong Rp. 5.000

3. Berapapun jam masuk karyawan dihitung 1 dan jika tidak hadir dihitung 0

Berdasarkan ketentuan diatas maka file kerja pada gambar pertama diubah menjadi seperti berikut :

Pada gambar diatas, yang harus diinput adalah jam masuk setiap harinya pada area warna putih, sedangkan pada area warna kuning akan otomatis terisi.

1. Untuk mengisi kolom keterlambatan (kolom D7) menggunakan formula sebagai berikut :

=IF(ISBLANK(C7),0,VALUE(C7-$L$3))

Kemudian kolom keterlambatan (kolom D7)  diformat menggunakan format time .

2. Untuk mengisi kolom potongan (E7) menggunakan formula :

=IF(D7>=TIME(0,10,0),5000,IF(AND(D7>TIME(0,0,0),D7<TIME(0,10,0)),2000,0))

Fungsi Time digunakan untuk membuat waktu jadi kalau telat 10 menit maka ditulis time(0,10,0) jika tepat waktu maka time(0,0,0)

3. Untuk mengisi berapa hari karyawan hadir (bekerja) gunakan formula :

=IF(ISBLANK(C7),0,1)+IF(ISBLANK(F7),0,1)+IF(ISBLANK(I7),0,1)+IF(ISBLANK(L7),0,1)+IF(ISBLANK(O7),0,1)+IF(ISBLANK(R7),0,1)+IF(ISBLANK(U7),0,1)

artinya jika kolom C7,E7,I7,L7,O7,R7, DAN U7  tidak ada isinya (blank) maka dianggap nol (tidak hadir) tetapi jika ada isinya maka diangap hadir (1)

Silahkan download file latihan untuk mempelajarinya :

DOWNLOAD

balnk_cell_1

Menghapus Cell Kosong Secara Cepat Di Excel

Kasus kali ini penulis temukan pada saat membuat laporan akademik semseteran untuk dilaporkan ke kopertis (DIKTI), data asal adalah excel yang nantinya akan diimport ke foxpro. Namun data asal yang penulis miliki terdapat masalah yaitu adanya baris kosong (blak cell) disetiap akhir baris data, jelasnya perhatikan gambar berikut :

Masalah diatas bisa diatasi denganmenghapus manual satu persatu baris kosong namun masalahnya terdapat ratusan baris kosong maka penulis harus mencari cara tercepat untuk menghapus data.

Untuk melakukan penghapusan baris kosong secara cepat berikut langkah-langkahnya :

1. Blok Seluruh data

2. Klik Home -> Editing -> Find & Select -> Go To

3. Kemudian pada kotak dialog Goto Teka ntombol Spesial

4. Pada kotak dialog Goto Special Berikut pilih Blanks 

5. Maka secara otomatis seluruh cell kosong akan terpilih, sekarang saatnya menghapus cell, pilih Home -> Cells -> Delete -> Delete Sheet Rows

7. Hasil Akhir adalah sekarang semua baris ksong telah terhapus

Selamt Mencoba !

Pembukuan Toko Satu Periode Akuntansi Dengan Excel

Artikel kali ini merupakan pengembangan dari artikel sebelumnya tantang Pembukuan Toko Sederhana dengan excel, kali ini tema tersebut diangkat kembali sehubungan ada permintaan darii rekan kerja yang mengelola usaha yang cukup besar kapasitas transaksinya, sehingga rekan kerja penulis meminta dibuatkan pembukuan satu periode yang didalamnya mencakup :

  1. Mencatat Penerimaan
  2. Mencatat Pengeluaran
  3. Menampilkan data transaksi per divisi
  4. Menampilan rekap penerinmaan dan pengeluaran pada akhir periode
  5. Menampilkan Laba (rugi) dan perubahan saldo setiap akhir bulan

Tidak seperti biasanya pada artikel kali ini tidak akan dijelaskan step by step nya karena didalamnya sudah tercakup seluruh materi pada blog ini, Jika anda membutukan untuk usaha anda atau untuk dipelajari silahkan downloa file nya.

DOWNLOAD

Penyelesaian Algoritma Decision Tree C4.5 dengan Ms Excel

Contoh kasus kali ini penulis akan memberikan contoh penyelesaian algoritma decision tree C4.5 menggunakan Ms Excel. Namun tidak akan menjelaskan panjang lebar apa tu algoritma decision tree C4.5, untuk jelasnya anda bisa membaca teori nya dari artikel Algoritma Decision Tree C4.5.

Sebagai contoh kasus awal merupakan Soal Ujian Tengah Semester Pascasarjana STMIK LIKMI Bandung, berikut penulis gambarkan deskripsi kasus yang akan dipecahkan menggunakan algoritma decision tree C4.5.  Penulis memiliki serangkaian data  yang tersimpan dalam format tabel dimana data merupakan hasil observasi dari 11 proses produksi dengan tingkat kecepatan, kelembaban dan temperatur yang berbeda-beda sehingga menghasilkan produk dengan dua kategori yaitu produk baik dan produk cacat, dengan algoritma decision tree akan mencoba mengklasifikasikan produk dengan kriteria apa yang akan dikelompokan kedalam hasil baik dan buruk, untuk jelasnya perhatikan tabel dibawah ini :

Untuk menyelesaikan kasus diatas dengan algoritma decision tree C4.5 berikut langkah-langkahnya :

1. Buat nama pada cell area dengan ketentuan sebagai berikut :

  • cell C3 sampai cell C14 diberi nama data_temp
  • cell D3 sampai cell D14 diberi nama data_cepat
  • cell E3 sampai cell E14 diberi nama data_suhu
  • cell F3 sampai cell F14 diberi nama data_hasil

Untuk memberi nama cell seperti diatas silahkan baca artikel Memberi Nama Pada Cell Area

2. Berdasarkan data pada tabel pertama buat calon percabangan, adapun calon percabangan yang mungkin terjadi dari tabel pertama adalah :

3. Berikutnya buat tabel untuk menghitung frekwensi yang muncul dari setiap hasil produk berikut dengan proporsi-nya serta entropy-nya / H(t), sehingga tampak seperti berikut :

Berikut adalah formula-formula yang digunakan untuk mengisi tabel diatas:

  • Cell I17 (Frekwensi Baik)  :
    =COUNTIFS(data_hasil,H17)
  • Cell J17 (Proporsi Baik /Pj) :
    =I17/I19
  • Cell K17 (log2.Pj) :
    =Log(J17,2)
  • Cell L17 (Entropy Baik / -P.log2.Pj) :
    =(-K17)*J17
  • Untuk mengisi baris berikutnya anda cukup melakukan copy paste pada baris dibawahnya:
  • Cell I19 (Total Frekwensi ) :
    =SUM(I17:I18)
  • Cell L19 (Total Entropy ) :
    =SUM(L17:L18)

4. Berikutnya kita akan menghitung Gain dari masing-masing kriteria untuk mencari gain tertinggi yang akan dijadikan cabang keputusan, untuk itu gunakan bantuan tabel seperti dibawah ini :

Adapun formula-formula yang digunakan untuk mengisi kolom-kolom diatas adalah :

  • Cell E25 (Produk dengan hasil baik pada  temperatur tinggi) :
    =COUNTIFS(data_temp,D25,data_hasil,$E$24)
  • Cell F25 (Produk dengan hasil cacat pada  temperatur tinggi) :
    =COUNTIFS(data_temp,D25,data_hasil,$F$24)
  • Cell G25 (Proporsi Produk baik terhadap keseluruhan produk pada temperatur tinggi):
    =IFERROR((E25/(E25+F25)),0)
  • Cell H25 (Proporsi Produk cacat terhadap keseluruhan produk pada temperatur tinggi):
    =IFERROR(F25/(E25+F25),0)
  • Cell I25 (-P(baik) X LOG2 P(baik)) :
    =IFERROR((-G25*LOG(G25,2)),0)
  • Cell J25 (-P(cacat) X LOG2 P(cacat)) :=IFERROR((-H25*LOG(H25,2)),0):
  • Cell K25 (Total) :=I25+J25
  • Cell L25 (P=Temp..) :
    =COUNTIFS(data_temp,D25)/COUNTA(data_temp)
  • Cell M25 (Total X P(Temp=..)) :
    =K25*L25
  • Cell N25 (E(Total*P(Temperatur=..))):
    =SUM(M25:M26)
  • Cell O25 (Gain masing-masing cabang) :
    =$L$19-N25

 

5. Selanjutnya untuk mengisi Cell E26 sampai M26 (Cabang 1 Temperatur Normal), anda cukup mengcopy dari Cell E25 sampai M25 (Cabang 1 Temperatur Tinggi).

6. Berikutnya untuk mengisi cell E27 sampai O25, anda ulangi langkah nomor 4 dengan cara meng-copy cell E25 sampai O25, namun anda ubah pada bagian data_temp didalam formula dengan data_cepat, karena kita akan mengisi calon cabang 2 Kecepatan tinggi dan kecepatan rendah

7. Dan untuk mengisi Cell E28 sampai M28 (Cabang 2 Kelembaban Normal), anda cukup mengcopy dari Cell E27 sampai M27 (Cabang 2 Kelembaban Tinggi).

8. Selanjutnya untuk mengisi cell E29 sampai O29, anda ulangi langkah nomor 4 dengan cara meng-copy cell E25 sampai O25, namun anda ubah pada bagian data_temp didalam formula dengan data_suhu, karena kita akan mengisi calon cabang 3 Kelembaban tinggi, kelembaban normal, dan kelembaban rendah.

9. Dan untuk mengisi Cell E30 sampai M30 dan  Cell E31 sampai M31  (Cabang 2 Kelembaban sedang dan rendah), anda cukup mengcopy dari Cell E29 sampai M29 (Cabang 2 Kelembaban Tinggi).

10. Setelah selesai terisi semua saatnya menarik kesimpulan calon cabang yang mana yang akan dijadikan cabang sesungguhnya, hal ini dilakukan dengan mencari nilai tertinggi dari kolom Gain , dari kolom tersebut didapat gain 0,46 (calon cabang 1) yang akhirnya menjadi cabang, sehingga tahap pertama kita bisa membuat pohon keputusan level pertama seperti berikut :

Dari gambar diatas terlihat dua simbol yaitu simbol kotak dan simbol elips, simbol kotak menandakan keputusan final artinya, jika temperatur nya tinggi maka hasil produksi nya pasti cacat, namun jika temperatur nya rendah kita tidak bisa menentukan apakah cacat atau baik, karena belum final keputusannya maka langkah pertama pada langkah-langkah diatas anda ulang lagi, namun membuang bagian produk yang diproduksi menggunakan temperatur tinggi (proses 1 s.d. 6), sehingga tabel data pertama akan menjadi seperti berikut setelah mengeliminasi hasil produk dengan temperatur tinggi.

  • cell C3 sampai cell C8 diberi nama data_temp_2
  • cell D3 sampai cell D8 diberi nama data_cepat_2
  • cell E3 sampai cell E8 diberi nama data_suhu_2
  • cell F3 sampai cell F8 diberi nama data_hasil_2

Untuk memberi nama cell seperti diatas silahkan baca artikel Memberi Nama Pada Cell Area

11. Hitung  entropi untuk tabel diatas (setelah mengeliminasi temperatur tinggi)

Untuk formula menghitung sama dengan pada langkah ke3, tugas anda hanya mengganti area data_hasil dengan data_hasil_2.

12. Berikutnya kita akan menghitung Gain dari masing-masing kriteria untuk mencari gain tertinggi yang akan dijadikan cabang keputusan, untuk itu gunakan bantuan tabel seperti dibawah ini :

Hitung kolom-kolom diatas menggunakan formula pada langkah-langkah ke-4 tugas anda hanya mengganti cell area data_hasil menjadi data_hasil_2, data_temp menjadi data_temp_2, data_hasil menjadi data_hasil_2.

13. Setelah seluruhnya terisi cari Gain tertinggi, kebetulan kedua calon memiliki gain yang sama yaitu 0.00 jika ditemukan hal demikian gunakan yang yang mana saja dalam hal ini calon cabang 3 yang terpilih untuk cabang ke-dua.

14. Dari hasil tersebut maka Decision Tree-nya adalah sebagai berikut :

Sebagai bahan latihan silahkan download file latihan excel-nya.

DOWNLOAD