Membuat Kurva Biaya

Dalam ilmu ekonomi, kerap kali dipelajari tentang kurva atau grafik salah satunya adalah kurva biaya yang merupakan bagian dari teori biaya produksi, secara umum biaya dibagi menjadi dua yaitu Biaya Variabel (Variable Cost) dan Biaya Tetap (Fixed Cost) jika kedua biaya dijumlahkan akan menghasilkan Biaya Total (Total Cost. Secara umum fungsi biaya tetap merupakan dijabarkan dalam persamaan matematis sebagai berikut :
 TC = a + bQ

Dimana
TC = Total Biaya
a = Biaya Tetap
bQ = Biaya Variabel

Untuk jelasnya berikut disajikan tabel biaya produksi selama tahun 2012 dari PT OZS.

Dari tabel diatas kasusnya adalah sebagai berikut, perusahaan tersebut membuat grafik produksi dimana biaya tetap ketika ada atau tidak ada produksi sebesar 120, dan biaya variabel per unit adalah 30. Sehingga dari tabel diatas yang harus anda kerjakan adalah kolom variabel cost (Kolom C) dan Total Cost (E).

Untuk mengerjakan tabel tersebut maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Beri nama cell D6 dengan nama hp_bb_per_unit menggunakan fasilitas insert name define

2.. Untuk mengisi kolom Variabel Cost (cell C9) diisi dengan formula :

=B9*hp_bb_per_unit

untuk baris selanjutnya tinggal copy paste saja

3. Tahap berikutnya  untuk mengisi kolom Total COst (cell E9) diisi dengan formula :

=C9+D9

untuk baris selanjutya tinggal copy dan paste saja.

 

Membuat Grafik 

Setelah data dibuat maka tahap selanjutnya adalah membaut grafik :

1. Blok semua data dari mulai cell B8 sampai cell E19.

2. Klik menu insert pilih ribbon grafik pilih type scater

dan sub tipe pilih diantara dari 3 gambar yang ditunjukan pada gambar dibawah ini :

3. JIka telah selesai maka otomatis kurva biaya telah terbentuk tampak seperti pada gambar dibawah ini :

Membuat Rekap Data dengan Count, Counta,Countif, dan Countifs

Tutorial kali ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat sebuah rekapitulasi data, tutorial kali ini pula merupakan kasus dari Sekolah tempat dimana penulis mengajar. Pada kasus yang ditemukan petugas Tata Usaha ketika membuat data pendaftar di Excel menginginginkan suatu laporan dalam bentuk rekapitulasi seperti tampak pada gambar dibawah ini :


Sementara data yang dimiliki adalah tampak seperti pada gambar dibawah ini :



dimana data tersebut telah dimanipulasi se-simple mungkin untuk memudahkan dalam penggambaran kasus kali ini. Kembali ke permasalah, bagai mana caranya kita membuat rekapitulasi yang tampak seperti pada gambar pertama ?? Untuk melakukan hal kita bisa menggunakan fungsi database yaitu :

  • COUNTA untuk menghitung banyak data pada suatu range area dengan mengabaikan cell yang kosong.
  • COUNTIF untuk menghitung banyaknya data pada suatu range area dengan satu kondisi tertentu.
  • COUNTIFS untuk menghitung banyaknya data pada suatu range area dengan lebih dari satu kondisi tertentu.

Baiklah kita mulai pekerjaan membuat rekapitulasi data, berikut tahap-tahapan pengerjaannya :

  1. Siapkan data seperti tampak pada gambar kedua Karena kita akan mengitung jumlah data pendaftar berdasarkan jurusan dan asal sekolah, maka buat dua buah range area dengan fasilitas insert name define, yaitu area range dengan nama sekolah dengan jangkauan cell D7 sampai D26 dan area range dengan nama sekolah dengan jangkauan cell E7 sampai E26
  2. Buat Tabel rekapitulasi seperti tampak pada gambar pertama, dan beri nama cell I6 dengan nama AK, J6 dengan nama AP, dan K6 dengan nama PN menggunakan fasilitas insert name define.
  3. Untuk mengisi kolom I7 sampai K6 kita gunakan formula COUNTIFS dengan format :

    =COUNTIFS(range_kriteria_1,kriteria_1,range_kriteria_2,kriteria_2, … ,range_kriteria_n,kriteria_n)
    Jadi dari formula diatas karena kita sudah membuat range_kriteria_1 yaitu sekolah dan range_kriteria_2 yaitu jurusan dan tiga kriteria masing-masing AK, AP dan PN maka untuk mengisi cell I7 formulanya :

    =COUNTIFS(sekolah,H7,jurusan,AK)
    Sedangkan cell J7 formulanya :
    =COUNTIFS(sekolah,H7,jurusan,AP)
    dan cell K7 formulanya :
    =COUNTIFS(sekolah,H7,jurusan,PN)
    Untuk baris ke-dua dan seterusnya anda tinggal meng-copy saja bari 7 sampai 10
  4. Untuk mengisi kolom L7 menggunakan Fungsi COUNTA yaitu untuk menghitung cell yang tidak kosong dari range area cell tertentu yaitu range area sekolah dengan formula :

    =COUNTA(sekolah)

    Untuk baris selanjutnya tinggal meng-copy saja
  5. Dan untuk menghitung jumlah tiap kolom jurusan menggunakan fungsi COUNTIF, yang akan menghitung range area cell tertentu dalam hal ini jurusan dengan kriteria tertentu, misal untuk akuntansi maka kriterianya AK,perkantoran AP dan pemasaran PN, atas dasar tersebut maka pada cell I11 formulanya :

    =COUNTIF(jurusan,AK)

    Dan untuk cell J11 formulanya :
    =COUNTIF(jurusan,PN)

    Sedangkan cell K11 formulanya :

    =COUNTIF(jurusan,AP)
  6. Terakhir untuk menghitung total pendaftar pada cell L11 kita gunakan fungsi COUNTA sehingga bisa menggunakan formula :
    =COUNTA(sekolah) atau boleh juga
    =COUNTA(jurusan)

    Demikian penjelasan tentang kelompok fungsi count untuk membuat rekapitulasi data dari serangkaian data dalam tabel. Sebagai bahan pembelajaran silahkan download file latihannya.

DOWNLOAD

Mencari Nilai Median dengan Ms Excel #Bagian 2

Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, dimana pada artikel sebelumnya kita mencari nilai median dari data acak yang jumlah datanya ganjil, untuk artikel kali ini kita masih mencari nilai median tetapi data yang dimiliki jumlahnya genap, untuk jelasnya perhatikan screenshoot worksheet dibawah ini :

Untuk mencari median ketik formula :

=MEDIAN(A2:A17)

Dan hasilnya adalah 19,5 pertanyaannya dari mana angka 19,5 berasal ? berikut adalah proses pencarian median secara manual apabila jumlah datanya adalah genap :

1. urutakan data acak secara menaik sehingga tampak seperti pada gambar dibawah ini

2. Hitung banyaknya data dalam hal ini terdapat 18 data (jumlah data genap)

3. Untuk mencari median dilakuan dengan cara membagi jumlah data dengan dua dalam hal ini adalah 18/2 = 8, maka median terletak diantara data pada urutan ke-8 dan ke-9, namun berapakah angka yang berada diantara urutan ke-8 dan ke-9 tersebut ? yaitu 19,5 dari mana kita memperoleh 19,5 ? yaitu dengan cara menambahkan data urutan ke-8 dan berikutnya (ke-9) kemudian dibagi 2, dalam hal ini data urutan ke-8 adalah angka 14 dan data urutan ke-9 adalah 25 maka besarnya median adalah :

(14+25)/2 = 19,5

Tampak hasil perhitungan manual sama dengan hasil dari fungsi MEDIAN.

Mencari Nilai Median dengan Ms Excel #Bagian 1

Median merupakan nilai tengah dari serangkaian data yang telah diurutkan. Proses yang dilakukan oleh fungsi MEDIAN adalah mengurutkan seluruh bilangan dengan urutan menaik, kemudian mencari nilai yang berada ditengah-tengah, sebagai contoh perhatikan worksheet dari berikut ini :

Dari data diatas carilah nilai tengah (median) dari serangkaian data yang berada pada cell A2 sampai A18 ! untuk mencari nilai median, excel menyediakan fungsi statistik Median adapun cara penggunaannya adalah :

=MEDIAN(A2:A18)

Maka hasilnya adalah 15, pertanyaannya dari mana angka 15 berasal ? berikut adalah proses pencarian median secara manual:
1. urutakan data acak secara menaik sehingga tampak seperti pada gambar dibawah ini
2. Hitung banyaknya data dalam hal ini terdapat 17 data (jumlah data ganjil)
3. Untuk mencari median dilakuan dengan cara membagi jumlah data dengan dua dan dibulatkan keatas dalam hal ini adalah
17/2 = 8.5 dibulatkan keatas menjadi 9, maka median terletak pada urutan ke-9 dari data yang telah diurut tampak bahwa angka 15 berada pada urutan ke 9

Pencarian diatas tampak mudah karena datanya berjumlah ganjil bagaimana kalau datanya berjumlah genap ?? ikuti posting berikutnya !

Perhitungan Korelasi Product Moment dengan Excel

Perhitungan statistik tidak hanya bisa dilakukan oleh aplikasi statistik semacamn SPSS, e-views, Lisrel atau sejenisnya. Kalau hanya untuk perhitungan statisik sederhana excel juga diberikan kemampuan untuk melakuan analisis data bahkan bila tidak ada dalam menu fungsi bawaan, microsoft menyediakan adds on (tool pack) untuk analisis data. Nah sekarang kita akan mencoba menghitung korelasi menggunakan rumusan product moment atau lebih dikenal dengan pearson.
Korelasi sendiri merupakan cara untuk mengukur derajat hubungan antara dua variabel atau lebih secara searah (linier), syarat menggunakan korelasi product moment kedua variabel datanya berupa interval dan berdistribusi normal.
Korelasi product moment secara matematis memiliki rumusan sebagai berikut :

Dari rumus diatas akan diperoleh nilai rho (r) antara -1 (negatif satu) sampai +1 (positif 1), apabila nilai rho adalah mendekati negatif satu maka derajat hubungannya adalah negatif dan sangat kuat sebaliknya apabila nilai rho adalah mendekati positif satu (+1) maka hubungannya adalah positif  dan sangat kuat .

Batasan kuat atau tidak nya sebuah korelasi dapat kita bandingkan pada ketentuan dibawah ini :

  • r = 0 : Tidak ada korelasi antara kedua variabel
  • r = 0.01 –  0.20 : Korelasinya sangat rendah
  • r = 0.21 – 0.40 : Korelasinya Rendah
  • r = 0.41 – 0.60 : Korelasinya Agak Rendah
  • r = 0.61 – 0.80 : Korelasinya Cukup
  • r = 0.81 – 0.99 : Korelasinya Tinggi
  • r = 1 : Korelasinya sangat tinggi

 

Baik sekarang kita langsung ke contoh kasus, pada contoh kasus kali ini kita akan mencari seberapa kuat hubungan antara biaya promosi dengan tingkat penjualan dan bagaimana hubungannya apakah positif (berbanding lurus) atau negatif (berbanding terbalik), perhatikan data dasar dibawah ini dimana X adalah biaya promosi  dan Y adalah tingkat penjualan.

Sekarang mari kita jawab pertanyaan pertama, berapa tingkat korelasinya ? maka formula yang digunakan adalah :

=CORREL(B9:B16,C9:C16)

Dan hasil korelasinya (r) adalah 0.862109 , kita bandingkan dengan batasan ketentuan korelasi ternyata besarnya koefisien r berada diantara rentang 0.81 – 0.99 artinya hubungan antara biaya promosi dengan tingkat penjualan adalah tinggi.

Sedangkan pertanyaan kedua jawabannya adalah berdasarkan hasil perhitungan, besarnya nilai r (korelasi) bernilai positif artinya hubungan antara biaya promosi dengan tingkat penjualan adalah positif, semakin tinggi biaya promosi maka semakin tinggi pula tingkat penjualan dan sebaliknya.

Selain dengan fungsi CORREL juga bisa menggunakan fungsi PEARSON, dan hasilnya akan memberikan nilai yang sama.

=PEARSON(B9:B16,C9:C16)

Membatasi Tipe Data Pada Cell

Microsoft Excel secara garis besar membagi data yang bisa diinput kedalam cell menjadi empat jenis data yaitu text/string, numerc, date dan time. Dan secara default pula cell bisa menerima seluruh tipe data sehingga kita bisa meninput apapun kedalam sebuah cell, misal pada cell A1 anda bisa mengisi tanggal, nama, jam atau bahkan jumlah uang.

Namun adakalanya kita menginginkan agar file excell yang kita buat hanya bisa disi tipe data tertentu saja pada suatu range area cell. Untuk jelasnya perhatikan gambar berikut :

Dari gambar diatas tampak formulir pendataan Kolom nomor pendaftar yang hanya boleh berisi angka, nama pendaftar boleh diisi karakter apapun, tanggal lahir hanya boleh berisi tanggal dari tanggal 01 Jan 1995 s.d 31 Des 1998, dan nila rata-rata Ujian Nasional yang hanya boleh berisi angka decimal dengan rentang 0,00 s.d 10,00

Untuk Jelasnya perhatikan lembar kerja diatas yang merupakan lembar kerja pendataan pendaftar siswa baru pada suatu sekolah. Dari lembar kerja diatas berdasarkan ketentuan pada penjelasan sebelumnya bahwa kolom Nomor pendaftaran hanya boleh diisi angka dengan jangakauan antara 12001 sampai dengan 13000, maka cara pengerjaannya adalah :

Pengaturan Kolom No. Daftar

Simpan pointer di cell B7

Klik ribbon Data kemudian tombol Data Validation

Pada Tab setting tentukan aturan seperti tampak pada gambar dibawah ini !

Kemudian pada tab Error Alert isi seperti tampak pada gambar dibawah ini !

Lakukan copy cell B7 ke B8 sampai B16
Isi dengan data angka antara 12001 sampai 13000, dan jika diisi diluar jangkauan tersebut akan keluar pesan error seperti berikut :

Pengaturan Kolom Tanggal Lahir

Berikutnya kita buat aturan agar kolom tanggal lahir hanya boleh diisi dengan tanggal dengan jangkauan antara 01 Jan 1995 sampai dengan 31 Des 1998, jika tanggal lahir diisi dengan tanggal di luar jangkauan tersebut atau datanya bukan berupa tanggal maka akan tampak pesan error seperti berikut :

Adapun proses pengerjaanya adalah :

Simpan pointer di cell D7

Buka kotak dialog data validation (perhatikan gambar), tentukan seting seperti pada gambar dibawah ini :

Kemudian klik tombol Error Alert dan isi setting seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Lakukan copy cell D7 ke cell D8 sampai D16, dan coba lakukan input data.

Pengaturan Kolom Rata-rata Nilai UN

Simpan pointer di cell E7

Buka kotak dialog Data Validation dan pada tab seting isi seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Berikutnya pada tab error alert isi seperti tampak pada gambar dibawah ini :

Klik Ok untuk mengakhiri

Copy cell E7 ke cell E8 sampai E16, dan lakukan pengujian, jika nilai yang diinput tidak berada pada jangkauan 0.00 sampai 10.00 maka akan keluar sepert pada gambar berikut :