Tag Archives: round

increase_vs_roundup

Increase Decimal versus Fungsi Roundup

Pembulatan angka menggunakan excel merupakan hal mudah untuk dilakukan terutama untuk memforamt tampilan agar angka dibelakang decimal bisa terlihat seragam misal menjadi dua angka dibelakang desimal, pembulatan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :

  1. Menggunakan tombol increase / decrease button
  2. Menggunakan fungsi round,roundup atau roundown

Sekilas hasilnya akan tampak sama dilayar yaitu menampilkan angka menjadi memiliki dua desimal dibelakang koma, namun INGAT hal itu hanya tampilan dilayar, hasilnya akan berbeda dan menjadi salah jika digunakan untuk pengambilan keputusan, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini :

Perhatikan gambar diatas, penulis memiliki nilai asli pada cell B3, dimana cell tersebut memiliki banyak desimal dan belum diformat , berikutnya pada cell C3, diformat menggunakan increase decimal sehingga tampil menjadi 7.71.

Berikutnya penulis akan mengambil sebuah keputusan dengan ktentuan  jika nilainya lebih dari sama dengan  7.51 maka hasilnya lulus dan jika tidak maka hasilnya tidak lulus.

Untuk itu penulis membandingkan dua formula antara pembulatan dengan tombol increase decimal dan Fungsi RoundUp ;

  1. Dengan tombol increase decimal, maka formulanya :=IF(C3>=7.51,”Lulus”,”Tidak Lulus”)dan hasilnya TIDAK LULUS (padahal seharusnya  LULUS)
  2. Dengan Fungsi RoundUP maka formulanya :=IF(ROUNDUP(C3,2)>=7.51,”Lulus”,”Tidak Lulus”)dan hasilnya Lulus

Mana yang lebih tepat ? ya Fungsi Roundup lebih tepat ! jadi untuk pengambilan keputusan Fungsi Roundup harus digunakan ketika akan menggunakan angka yang akan dibulatkan dan ingat Tombol Increase / Decrease Decimal hanya untuk Tampilan di layar saja, bukan untik diproses lebih lanjut !, Semoga bermanfaat

Hasil Studi Mahasiswa

Pada studi kasus kali ini akan membahas bagaimana membuat kartu hasil studi (KHS) untuk mahasiswa sekolah tinggi dimana setiap mata kuliah diberi nilai dengan huruf antara A sampai dengan E dengan bobot 4 untuk nilai A sampai 0 untuk nilai E. Setiap mata kuliah memiliki kode sendiri yang sifatnya unik terdiri dari 6 digit, digit terakhir merupakan jumlah SKS yang akan menjadi faktor pengali dengan bobot nilai.

Untuk  jelasnya perhatikan gambar dibawah ini

Mari kita bahas satu persatu kolom diatas, kolom diatas yang akan dibuat formulanya adalah kolom Mutu, SKS, dan kolom Mutu x SKS. Ketiga kolom tersebut akan terisi secara otomatis saat anda mengisikan nilai pada kolom nilai.

Untuk membuat formula pada  kolom nilai baris ke-13 kita gunakan fungsi if dengan formula sebagai berikut :

=IF(F13=”A”;4;IF(F13=”B”;3;IF(F13=”C”;2;IF(F13=”D”;1;O))))

formula diatas artinya jika cell F13 (kolom nilai) berisi  A maka kolom mutu secara otomatis terisi dengan angka 4, jika B terisi angka 3, jika C terisi angka 2 jika nilainya D terisi angka 1
dan jika tidak cocok semuanya adalah 0, kurung tutup akhir formula jumlahnya sebanyak jumlah if di dalam formula, if didalam formula tersebut terdapat empat if jadi kurung tutupnya sejumlah empat buah.

Selanjutnya kita mengisi kolom SKS dengan ketentuan jumlah SKS adalah digit terakhir dari kode mata kuliah, misal jika kode mata kulian ESP203 maka SKS nya adalah 3, untuk itu kita gunakan fungsi text yaitu
fungsi right, namun hasil dari fungsi text adalah character meskipun secara visual berupa angka, karena tipe datanya character maka tidak bisa dikalkukasikan, agar hasilnya berubah menjadi numeric sehingga mudah untuk dikalkulasikan hasil dari fungsi right kita konversi ke numeric dengan fungsi value, sehingga kolom SKS akan kita isi dengan rumus sebagai berikut :

=VALUE(RIGHT(D13;1))

Setelah kolom SKS terisi dengan formula diatas saatnya mengisi kolom
Mutu x SKS dengan dengan menggunakan formula perkalian matematika bisa yaitu :

=G13*H13

Sedangkan untuk mengisi kolom total dari kolom SKS dan Mutu x Bobot menggunakan fungsi database yaitu fungsi sum masing masing dengan rumus :

Total kolom SKS

=SUM(H13:H19)

Total mutu x bobot

=SUM(I13:I19)

Dan index prestasi diisi dengan formula pembagian antara total mutu x bobot dengan total sks dan membulatkan sampai dengan dua angka dibelakang koma menggunakan fungsi round dengan rumus :

=ROUND(I20/H20;2)

Terakhir adalah menetukan beban SKS yang boleh diambil oleh mahasiswa
yang bersangkutan dengan ketentuan jika indeks prestasinya kurang dari sama dengan 3 boleh mengambil maksimal 24 SKS, jika indeks prestasi kirang dari 2,75 boleh mengambil 22 SKS dan jika indeks prestasinya kurang dari 2 maka maksimal boleh mengambil 18 SKS, dengan menggunakan fungsi if maka ketentuan tersebut dibuat rumusan sebagai berikut :

=IF(I22>=3;24;IF(I22>2,75;22;IF(I22>2;20;18)))

Nah sampai disini anda telah mempelajari fungsi if, right, sum, value, dan round. Silahkan download file latihan excel nya untuk anda pelajari lebih lanjut.